UMI menunjukkan kebodohan nya lagi
saya sangat terpukul mendengar kasus ini, dan yang mengherankan jiwa seseorang bisa terancam, inilah wajah UMI Muslim Indonesia yang nota bene seorang cendekiawan Mahasiswa, tetapi kelakuan nya masih lebih baik anak TK yang polos, sampai disitukah jiwa seorang calon pemimpin, kasus demi kasus UMI semenjak tahun 1997 pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki di kampus UMI dan awal kedatangan saya di makassar, saya mendengar nama besar UMI dulu, tapi sekarang layak di sebut sebagai bangker atau kamp konsentrasi yang menciptakan bau busuk dari mayat mayat hidup disana yang setiap saat haus akan bangkai, beginikan calon calon cendekiawan islam, kelaut aje lu ... sampai di mana pun kamu beranjak kamu tidak akan di trima di masyarakat
ini pesan yang tadi pagi saya terima :
Subject: PERGURUAN TINGGI YANG SADIS DAN BRUTAL
On 4/24/07, TRIYATNI <triyatni@indosat.net.id> wrote:
>
> Tadi pagi Selasa 24 April 2007, Prof Mappadjantji dosen FMIPPA Universitas
> Hasanuddin yang sedang dirawat di ICCU RSU Wahidin Makassar karena serangan
> jantung, menjalankan kewajiban sebagai anak yang harus melayat mertuanya
> Prof. Syamsi Lili yang jenasahnya disemayamkan di Jl Kartini. Prof MA izin
> keluar ICCU dilengkapi dengan botol infus dan diantar oleh seorang suster.
>
> Dalam perjalanan kembali ke RSU Wahidin sepulang melayat, kendaraan mereka
> yang melintas di jalan Urip Sumoharjo dilarang lewat oleh mahasiswa
> Universitas Muslim Indonesia yang sedang demo. Walaupun Prof MA sudah
> memperlihatkan kondisinya yang darurat lengkap dengan selang infus dan
> seorang suster yang mendampingi, mereka tetap tidak diizinkan lewat.
>
> Putri Prof MA, Vita yang menyetir kendaraan mengikuti keinginan mahasiswa
> untuk masuk ke jalur angkutan kota pete-pete. Di mulut pintu keluar, jalan
> mereka ditutup dan diwajibkan memutar haluan kembali ke kota. Melihat
> kondisi tersebut, putra Prof MA, Bayu memindahkan kayu penghalang agar bisa
> lewat karena ayahnya harus sesegera mungkin masuk ICCU kembali. Bayu
> kemudian dikeroyok hingga babak belur oleh mahasiswa UMI, bahkan ketika
> sudah masuk ke mobil, Bayu ditarik kakinya dipaksa turun untuk dihajar lagi.
> Melihat putranya babak belur, Prof MA melupakan kondisinya penyakitnya, dan
> bergegas menolong anaknya dengan melawan para mahasiswa yang brutal ini.
> Para mahasiswa tidak lagi mempedulikan bahwa Prof MA adalah pasien
> emergency, beramai-ramai menyerang termasuk menarik kacamata yang dipakai.
> Mahasiswa UMI berhenti menyerang ketika Prof MA berhasil menangkap salah
> satu pimpinan mahasiswa.
>
> Kejadian yang dialami Prof MA adalah satu dari sekian banyak kejadian yang
> dialami pasien-pasien dengan ambulans yang membutuhkan pertolongan darurat
> menuju RSU Wahidin diantara jadwal demo UMI yang tiada henti. Begitu
> banyaknya, sehingga membuat kita bosan untuk membicarakan perilaku yang
> sangat tidak manusiawi ini. Inikah perguruan tinggi yang menyebut dirinya
> Muslim, yang tidak punya kepedulian terhadap orang yang sakit parah. Tidak
> pernah ada perhatian apalagi rasa bersalah atau menyesal dari institusi
> mereka, bahkan dari polisi yang selalu ketakutan tidak berani membela
> kepentingan orang yang nyawanya berkejaran dengan waktu.-
>
> wass,
> Triyatni
postingan terkait dengan tulisan ini:
# mahasiswa really
#demonstrasi mahasiswa umi dan sensitifitas kita
#sensifitas
#umi-juga-bisa
#miris-berita
#perguruan-tinggi-yang-sadis-dan-brutal
#dimana-kepekaan-kita
#Putra Prof Mappadjantji Dikeroyok di Deapn UMI
# mappadjantji - mahasiswa bersitegang
AM Blogger
TKJ_Crew




![echo[dot]or[dot]id](http://www.echo.or.id/banner.gif)

google engine ku
2 Komentar:
mirissssssss....selamatkan mks dari tangan mahasiswa spt itu!... lagi mirissss :((
mentongi itu mahasiswa jagoan, jago di otot bukan diotak
gila aja profesor di pukulin????? gileeee beneeerrrr. kayak yang mukulin dah yakin banget jadi sarjana, baru mahasiswa aja dagh kayak gitu... hueeekkkk!!!!
bodohnya semakin kelihatan!
injin nge-link kesini cess
Post a Comment